Laman

Subscribe:
  • Catatan Liburan Yang Tertunda

    Janji share tentang jalan-jalan kemaren sempat tertunda oleh beberapa hal, termasuk aku yang tiba-tiba harus dilarikan ke RS dan sempat ditangani tim medis RSPP selama beberapa jam di UGD...

  • Compliment Dari Syafrina Siregar

    Di satu pagi, jutaan detik menjelang hari ulang tahun aku tahun ini … ada permintaan khusus dari Nana. Bukan sesuatu yang berat sih, jadi waktu itu aku sanggupin aja. Cukup dengan waktu 24 jam saja permintaan itu sudah bisa terpenuhi. Alhamdulillah...

  • Happy Holiday in Bintan Resorts

    Kami sempat berhenti sebentar di depan gerbang menuju jetty Mangrove Tour. Dulu saya sempat beberapa kali... sering sih tepatnya, mampir ke jetty....

26 April 2014

Seru-seruan Sambil Belajar di Sentosa



Beberapa hari yang lalu aku baca di newsfeed facebook kalau Simbok Venus bikin pertanyaan seperti ini: kalo punya kesempatan berlibur 3 hari di Resorts World Sentosa ngajakin salah satu temen/keluarga/sahabatmu, siapa yang akan kamu ajakin ke sana, kenapa, dan pengen ngapain aja selama di sana.

Wah, ke Resorts World Sentosa! Walau 10 tahunan yang lalu aku pernah ke Sentosa Island bareng beberapa teman kantorku, tapi dulu itu belum ada RWS. Jadi pasti bakal seru nih kalau dikasih kesempatan berlibur 3 hari di Resorts World Sentosa. Apalagi boleh ajak 1 orang! *walau inginnya aku ajak adik-adikku dan keluarga mereka... hihihi*

Siapa yang akan aku ajak ya? Ah iya, kebetulan aku udah lama banget sempat ngebahas soal jalan-jalan bareng ke Singapura bareng salah satu sepupuku yang seumuran. Rizka namanya, atau biasa aku panggil Kika.

Terus 3 hari disana mau ngapain? Aku pengen ajak Kika berenang bareng lumba-lumba. Soalnya aku seneng banget sama mamalia laut yang sangat cerdas ini dan baik ini. Keinginan lain, karena lumba-lumba ini juga hidupnya di laut (walau katanya ada yang hidupnya di sungai) dan berhubung aku pernah dibikin takjub dengan foto-foto diving Kak Itha (ini blogger senior yang hobinya diving!) tapi belum berani untuk ikutan snorkling untuk melihat marine life secara langsung, jadi rasanya sih ngga berlebihan kali ya kalau masukkan Marine Life Park ke dalam daftar jalan-jalanku dan Kika. Nah, biar lengkap pengetahuan kami, jadi perlu juga memasukkan The Maritime Experiental Museum ke dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi. Kata Abang, mengunjungi museum itu bagus. Orang-orang di Eropa itu seneng banget mengunjungi museum ketimbang mall! Itu kata Abang yang udah sering pergi ke berbagai negara. Jadi ya ngga ada salahnya untuk mengikuti saran dia.

Ngga mau ke Universal Studio? Ngga ah! Aku udah pernah kesana dan ngga begitu bisa menikmati. Eh, tapi ngga tau kalau Kika. Mungkin dia suka, nanti aku tanya dia via WhatsApp. Kalau dia suka dan dia mau banget ke sana, berarti mesti masukin Universal Studio ke daftar jalan-jalan *semoga tidak Ya Tuhan... karena aku ngga suka badut, ngga suka yang pake kostum-kostum itu walau keliatannya mereka lucu.*

Terakhir... hehehe... pengen banget ngintip dalamnya Casino! Tenang, aku ngga akan ngajak Kika untuk judi bareng. Ini murni hanya ingin tahu seperti apa ruang dalamnya tempat judi itu. Ngga apa-apa kan?

~~~yang punya blog~~~

17 April 2014

Elfa's Singers - Masa Kecilku

Oldies but still nice to hear the song. It was written by Dian Pramana Poetra, one of famous musician in Indonesia around '80-'90.


hu hu uu~ hu hu uu~ hu hu uu~

Terkenang masa-masa kecilku
Senangnya aku slalu dimanja
Apa yang kuminta selalu saja ada
dari mama, dari papa
cium pipiku dulu

Saat ku tiba berulang tahun
Senangnya hadiah ku boneka
Lucunya, kusuka, sampai kini kusuka
Kini aku tlah dewasa
boneka kubawa selalu

Ingin ku kembali
kemasa yang lalu
Bahagianya dulu
waktu kecilku

Kudengar cerita
mama papa bilang
aku lincah lucu
waktu kecilku


10 April 2014

Jariku Ungu!



Ini lagu Pemilu yang dulu sering banget didenger saat masa-masa pemilu sudah dekat. Tapi, dengan musik yang berbeda. Lebih gaul, lebih masa kini dan lebih seru.

Sejak awal aku sudah niatkan hati untuk datang ke TPS menggunakan hak suaraku memilih caleg atau partai yang sesuai dengan harapanku. Jadi ketika ternyata RT yang dekat dengan kost-anku menolak untuk mengurus dokumen yang aku butuhkan untuk menggunakan hak suaraku, aku upayakan cara lain. H-1 menjelang Pemilu 2014, aku putuskan untuk mengikuti Pemilu di Bogor. Sayangnya, karena Kartu Keluarga yang dikirim dari Sukabumi belum sampai juga sampai malam hari, akhirnya dihari H aku putuskan untuk pulang ke Sukabumi. Untunglah masih berhasil mendapatkan tiket KA Pangrango tujuan Sukabumi dari Stasiun Paledang – Bogor untuk keberangkatan jam 07:55WIB dan tiba di Sukabumi sekitar jam 10 pagi.

Tiba di Stasiun Sukabumi , suasana stasiun saat itu cukup ramai. Ada yang baru tiba, ada yang akan berangkat ke Bogor atau Cianjur. Di bagian dalam ada yang antri untuk beli tiket dan aku sempat ikut antrian sambil harap cemas untuk bisa kembali ke Bogor dengan kereta jam 3 sore dari Sukabumi. Sayangnya, all seats are fullybooked! Wow! Akhirnya aku pikir yang penting saat ini harus segera pulang, ambil kartu pemilih dan pergi ke TPS dekat rumah, masalah pulang ke Jakarta dipikirkan setelah memilih.

Jam 10 lewat, aku sudah sampai di TPS dan menunggu giliran untuk dipanggil untuk memilih dan menitipkan amanah pada mereka yang aku pilih di bilik pemilihan. Beberapa menit sebelum dipanggil, ada kejadian yang sejujurnya membuat aku sempat kebingungan ketika seorang tetangga yang dulunya teman sekolah duduk di sebelahku, lalu terjadilah obrolan seputar pemilihan tadi pagi dengan suara pelan  *khawatir mengganggu jalannya pemilu*
“Mau minta tolong...” 
“Minta tolong apa?” 
“Tolong bantulah... untuk anu...”
Aku sempat terdiam, hening, mikir... itu maksudnya apa ya.... lalu,”oooh maksudnya partaiiii? Milih partai ituuuu...” 
“Iya...,” katanya sambil senyum penuh arti yang kusambut dengan ketawa kecil.

Inginnya sih teriak di depan mukanya,"udah nunggu giliran dipanggil masih usaha kampanye juga broooo! Please deeeeeeh..."

04 Februari 2014

Keseruan #NgintipBareng Photo Prewed



Hari Minggu, 2 Februari 2014 kemarin saya dan beberapa teman Blogfam kumpul lagi untuk ngintip bareng. Kali ini diramaikan juga oleh teman-teman dari Komunitas Nikon Fotografi. Nah, ngintip bareng kemarin tentang Photo Prewedding.
Tapi saya baru berangkat lewat dari jam setengah empat sore karena sempat terhadang hujan sesaat ketika siap berangkat. Sekitar jam 4 sore saya sudah bergabung dengan Dahlia, Mas Fayyas, Ragil dan Yudha aka Bengsin. Sambil menunggu yang lain, saya dan Dahlia sempat ngobrol gaje. Ngga lama datang teman-teman dari Komunitas Nikon Fotografi. Horeeeee rame!

Eh, tapi model untuk hari ini batal hadir euy! Jadi gimana? Mmm... mmm... show must go on! Saya dan Dahlia nyamperin 6 orang mahasiswa/i Arsitek Trisakti yang sedang istirahat, ngga jauh dari tempat kami duduk-duduk. Setelah kami memperkenalkan diri, Dahlia yang minta kesedaan Adel dan Chris untuk menggantikan model yang berhalangan hadir. Untungnya mereka mau! Kalau ngga, aduh... kami harus keliling Taman Menteng untuk cari model pengganti!

Tema
Nah biasanya kan kalau foto Prewed itu ada temanya tuh, seperti glamour, piknik, hobi, dll. Karena sejak awal dipilih tema casual – be your self, ya pas banget dengan model penggantinya! Dan karena di Ngintip Bareng ini juga sifatnya masih belajar, berbagi dan sama-sama review. Jadi ngga ada acara ganti baju, ngga ada make up tebal.

Lokasi
Awalnya dipilih Taman Universitas Indonesia di Depok. Karena denger-denger disana lokasinya keren, dan sering jadi lokasi orang-orang yang ingin membuat foto prewedding. Tapi karena faktor cuaca dan melihat kondisi alam, akhirnya lokasi dipindah ke Taman Menteng. 

Di Taman Menteng ada Rumah Kaca yang walaupun kita sebagai pengunjung ngga bisa masuk ke dalamnya, tapi bisa menjadikan Rumah Kaca sebagai salah satu latar belakang yang menarik selain air mancur, lapangan rumput yang hijau, taman bermain dan berbagai tanaman tentunya.

Komposisi
Lagi-lagi, soal komposisi diingatkan, seperti rule of third. Soal sudut pengambilan, dibebaskan. Supaya setiap peserta bisa saling belajar dengan melihat hasil teman-teman yang lain.

Soal sudut pengambilan ini jadi pemandangan yang seru banget. Karena demi mendapatkan hasil yang ok, totalitas (pinjem istilah Ragil) seorang yang belajar photography pun jadi pemandangan yang menarik... ada yang rela duduk, jongkok, tiduran.

Latar Belakang
Seperti yang disinggung di atas, keragaman yang ada di Taman Menteng jadi pilihan yang menarik untuk dijadikan latar belakang. Tapi, namanya taman, pasti ramai orang yang lalu lalang.

Nah, gimana caranya supaya latar belakang yang kita pilih membuat orang yang melihat hasilnya fokus pada objek foto, dan menjadikan latar belakang hanya sebagai pendukung dari sebuah cerita yang ada di foto tersebut nantinya. Katanya gini, usahakan latar belakangnya ngga terlalu ramai. Supaya orang yang fokus pada objek foto ngga pecah.


16 Januari 2014

For Me, Myself!



Just encourage myself to achieve my dreams, my goals, my better life!
Source: http://bit.ly/1dvKyD1